Mr.Fe'i dulur rajin


Jumlah posting: 43 Age: 27 Lokasi: Wulangsari, Ledeng, Milan Job/hobbies: Class Manager Registration date: 10.05.08
 | Subyek: Mimpi Lebak untuk jadi Kota Pendidikan Mon Mar 15, 2010 2:50 am | |
| beberapa bulan terakhir, Kab. Lebak mencanangkan program sebagai kota pendidikan, dan Rangkasbitung sebagai kota terpelajar. Sebuah terobosan yang sangat bagus tentu saja, mengingat (dan tak bisa dipungkiri) bahwa Pendidikan di Lebak bukanlah hal yang penting dalam pandangan masyarakatnya. sehingga angka partisipasi masyarakat di lebak terhadap bidang pendidikan masih minim. Ini merupakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh pemkab dalam mewujudkan program sebagaimana disebut d atas. Dalam program tersebut, Rangkasbitung digadang-gadang sebagai salah satu kota terpelajar. Secara sederhana, makna terpelajar diartikan sebagai tingginya tingkat partisipasi pendidikan masyarakat rangkasbitung; banyak sekolah-sekolah yang berbasis Nasional dan bahkan internasional; menjadi kota tujuan belajar bagi masyarakat di sekitar atau di luar Lebak. Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan membangun sarana-sarana pendidikan di kota Rangkasbitung dan memperbaiki kualitas tenaga pendidiknya. Pembangunan sarana mutlak diperlukan sebagai salah satu daya tarik bagi masyarakat luar agar mau menuntut ilmu di tempat tersebut. Sementara itu, peningkatan kualitas tenaga pendidik juga hal yang penting mengingat merekalah yang akan memberikan pendidikan dan pengajaran. Pada dasarnya, program yang direncanakan sangatlah bagus. Akan tetapi muncul kekhawatiran adanya sentralisasi pembangunan pendidikan. Dalam artian bahwa, pembangunan sarana pendidikan hanya akan terpusat di kota Rangkasbitung saja, sementara di daerah lain cenderung di no 2 kan. Alasan yang muncul tentu saja karena Rangkas lebih di prioritaskan untuk menjadi kota terpelajar. Begitu juga dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik, lebih didahulukan bagi mereka yang mengajar di kota rangkasbitung. Lantas bagaimana dengan daerah-daerah lain, terutama bagi daerah yang terpencil???? Memang ini barulah sebuah kekhawatiran, yang tentu saja berharap tidak menjadi kenyataan. Kota Pendidikan -bagi penulis- memberikan makna bahwa semua masyarakat di kota tersebut telah menyelesaikan wajar dikdas. Artinya, prioritas pendidikan haruslah bagi daerah-daerah terpencil. Misalkan dengan cara membangun sekolah baru, atau perbaikan sarana transportasi. Pun demikian dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik, bagi mereka yang mengajar di daerah terpencil juga harus mendapat perhatian lebih, misalkan yang sudah berjalan adalah adanya tunjangan Dacil. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi sentralisasi pendidikan. |
|